Tampilkan postingan dengan label iseng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label iseng. Tampilkan semua postingan

Jempol Itu Simbol

Ya, simbol alias lambang. Lagipula, siapa bilang jempol itu surabi? Ya sudahlah, semua pasti sepakat. Toh tidak ada yang perlu diperdebatkan, apalagi dikaitkan dengan surabi. Pasti nggak nyambung:)

Jempol atau persisnya thumb-up alias ibu jari yang mengarah ke atas, adalah simbol universal untuk menyatakan bahwa yang diberi simbol tersebut bagus. Meski ada lagi thumb-down alias jempol yang mengarah ke bawah untuk menyatakan bahwa sesuatu itu jelek, namun kali ini kita tidak akan membicarakan hal itu. Jadi, mari kita sepakati lagi bahwa jika saya menyebut jempol, itu artinya thumb-up.

Sekarang mari kita perhatikan jempol masing-masing. Bukan jempol kaki lho, jempol tangan. Ini adalah bagian tubuh yang perlu kita hormati mengingat ia merupakan ibu dari jari-jari kita yang lain. Dan mungkin justru karena perannya sebagai ibu itulah maka ia dijadikan simbol untuk menyatakan yang baik-baik. Beda dengan 'si anak nakal' jari tengah yang biasa dipakai untuk mengekspresikan hal-hal yang tidak senonoh.

Kenapa saya minta untuk memperhatikan jempol masing-masing? Sekedar untuk memastikan bahwa jempol Anda bersih :) Periksa kalau-kalau ada kotoran hitam di kukunya. Ini penting karena simbol kebaikan tentu tidak boleh mengandung hal-hal yang bisa mencemari kadar kebaikannya.

Sekarang bayangkan ketika guru sekolah Anda dulu memuji kepandaian Anda dengan memberi acungan jempol. Apa yang Anda rasakan? Atau bayangkan ketika wanita cantik tetangga Anda mengacungkan jempol sambil melemparkan senyum paling manis karena Anda berhasil membetulkan komputernya yang rusak. Gimana rasanya? Pasti Anda degdegan bahagia sambil membayangkan betapa senangnya kalau dia mau jadi pacar Anda ;)

Itu sekedar gambaran betapa hanya dengan gerakan sederhana mengacungkan jempol bisa tercipta kebahagiaan yang begitu besar. Padahal Anda atau siapa pun tidak perlu mengeluarkan uang untuk melakukannya. Tentu saja melakukannya harus disertai dengan hati yang tulus, dan juga jangan terlalu sering.

Lho kenapa? Bukankah semakin sering kita mengacungkan jempol akan semakin sering pula orang lain merasa bahagia? Oh, no my man! Kalau Anda pernah belajar ekonomi, Anda pasti kenal dengan yang namanya supply & demand. Antara permintaan dan penawaran harus dijaga agar seimbang. Kalau supply alias penawaran lebih besar daripada demand atau permintaan, maka akan terjadi ketidakseimbangan pasar. Nilai produk akan turun, dan harganya akan anjlok.

Maka jika Anda terlalu sering mengacungkan jempol Anda, apalagi hanya sekedar untuk menyenangkan orang lain, nilai jempol Anda akan turun drastis. Penyanyi dangdut yang Anda taksir mungkin tak merasa bahagia lagi ketika Anda mengacungkan jempol untuk setiap kata yang dia nyanyikan, atau bahkan ketika ia batuk dan keselek. Saya yakin sang dewi pujaan ini bahkan akan merasa sebal dan menganggap Anda menghinanya. Jadi lakukan seperlunya saja pada saat Anda memang benar-benar mengagumi sesuatu dari lubuk hati Anda.

Jika Anda ngotot melakukannya sesering mungkin, maka akan terjadi inflasi jempol. Persis seperti yang terjadi di Facebook. Media jejaring pertemanan yang jeli ini memang menyediakan simbol thumb-up alias jempol untuk mengekspresikan pujian antar sesama pengguna. Celakanya banyak orang yang tidak sadar akan bahaya inflasi jempol ini. Maka bertebaranlah jempol-jempol ngasal. Masa orang nulis 'wkwkwk' saja dikasih jempol, tanda tanya dikasih jempol, tulisan 'gue laper' pun dikasih jempol. Ini terutama kalau yang nulis statusnya adalah cewek cantik. Yang lebih parah lagi, ada orang yang mendapat musibah malah dikasih jempol... Astaga!

Makanya kalau saya ada di friendlist Anda dan saya jarang ngasih jempol atau komentar, jangan sedih atau sebel. Itu adalah cara saya menyayangi Anda agar sekalinya saya ngasih jempol atau komentar, Anda akan merasa bahagia sebab percayalah, apa yang saya lakukan benar-benar tulus.

O ya, pesen saya, berikan jempol Anda untuk tulisan ini hanya jika Anda benar-benar menyukainya. Toh saya tahu persis, tanpa ngasih jempol pun Anda pasti menyukai tulisan ini ;)

Ayo ah, jangan obral jempol sembarangan...
Baca selengkapnya...


Gombal

Menurut KBBI Ada dua arti kata gombal. Yang pertama artinya kain yg sudah tua (sobek-sobek). Biasanya dipakai untuk bersih-bersih, mengelap benda-benda yang berdebu. Sementara gombal yang kedua artinya bohong, omong kosong, rayuan. Tapi rasanya yang paling sering kita dengar adalah gombal dalam pengertian yang kedua.

Kenapa bisa begitu? Barangkali ada banyak alasan. Tapi yang paling memungkinkan adalah karena banyaknya orang yang berbohong di sekitar kita. Politisi bohong, artis bohong, media bohong, tetangga bohong, dan mungkin kadang-kadang Anda juga :)

Kenapa berbohong? Ini juga banyak penyebabnya, antara lain:

1. Untuk menutupi kelemahan
Setiap orang ingin tampil perfect di mata orang lain. Karena manusia itu tidak ada yang sempurna, maka pasti suatu saat kita berbohong juga. Istilah bohong mungkin lebih tepat dalam hal ini.

2. Untuk menjaga perasaan orang lain
Ini sih ada bagusnya dan saya pikir tidak termasuk gombal asal jangan berlebihan. Kalau teman wanita Anda minta pendapat soal dietnya yang gagal, jangan sekali-sekali mengatakan, "Kamu tambah endut deh kayaknya", mekipun itu benar. Percayalah, jujur pada situasi ini hanya akan menciptakan masalah besar bagi Anda.

3. Demi mendapatkan sesuatu
Ini biasanya terjadi pada situasi di mana kita tidak akan mendapatkan apa yang kita inginkan kalau kita jujur. Misalnya, ketika Anda nembak cewek matre, maka ada kemungkinan Anda akan mengaku punya 3 apartemen dan 5 mobil meskipun Anda tidak sekaya itu. Soalnya kalau Anda jujur, belum apa-apa Anda sudah dicuekin.

Politisi gombal merayu calon pemilih dengan janji-janji muluk. "Nanti kalau saya terpilih, semua akan saya belikan rumah baru!" Kalau dia sedermawan itu, kenapa harus nunggu terpilih dulu? Mbok ya sekarang saja, Tuhan kan tidak pernah membatasi kapan orang harus bersikap dermawan:)

gambar: www.mobavatar.com
Orang pacaran juga banyak gombalnya. Mengaku bujangan padahal cucunya segudang (eh, itu mah lagu..), mengaku akan setia, padahal sebenarnya sudah bosan, dll. Kalau suatu saat terungkap, maka makian yang paling tepat adalah "Gombal lu!"

Atau, suruh saja dia dengerin lagu gombal ini.

Nah, kalau pacar Anda tiba-tiba saja menelepon Anda dan mengatakan, "Babe, nothing's gonna change my love for you...", percayakah Anda?

Ah, jangan percaya! Orang pacaran pasti banyak gombalnya. Kecuali saya.
Baca selengkapnya...


Sampul Fesbuk Pengusir Kantuk

Ternyata asik juga ya, melihat-lihat sampul facebook punya orang. Sampul facebook adalah istilah khusus untuk menyebut bagian atas pada halaman facebook, biasanya berupa gambar. Kalau dalam blog atau website, lazimnya disebut header.

Nah, gambar-gambar itulah yang menarik. Macam-macam, mulai dari yang biasa-biasa sampai yang unik. Ada gambar orang, gambar gitar, gambar abstrak dll. Jenis gambarnya biasanya mencerminkan minat atau ketertarikan si pemilik akun facebook.

Contoh sampul facebook yang unik. Siapa tahu bisa jadi inspirasi buat Anda:)

Kalau Anda penggemar The Beatles, Anda mungkin tertarik untuk menampilkan gambar The Fab Four itu di facebook Anda. Atau mungkin Anda ingin menampilkan gambar yang diambil dari film animasi Yellow submarine? Filmnya menarik meskipun saya tidak tahu apakah film itu termasuk film animasi terbaik atau tidak. Coba Anda cari gambarnya pada kumpulan gambar animasi di internet.

Ada juga yang menampilkan gambar James Hetfield, sang vokalis kelompok Metallica. Tebakan saya, pemilik akun facebook ini pasti penggemar Metallica. Kalau yang menampilkan gambar Dick Taylor saya jamin dia pasti penggemar Rolling Stones, dan usianya sudah 'matang'. Kenapa? Karena Dick Taylor ini adalah pemain bas grup Rolling Stones di masa-masa awal :)

Selain itu ada juga lho yang menampilkan gambar gitar atau gambar bas gitar. Kalau bukan pemain band, mereka yang memajang gambar gitar pasti tukang bikin gitar, atau punya toko gitar :)

Tapi dari sekian banyak jenis gambar yang menghiasi sampul facebook, yang terbanyak tetap gambar orang yang punya akun facebooknya itu sendiri. Yah, namanya juga manusia, sekali-sekali narsis kan nggak apa-apa. Mumpung belum ngetop, sempet-sempetin deh nampang di facebook. Kalau udah ngetop kan mana sempet?
Baca selengkapnya...


5 Kiat Jitu Mendulang Jempol

Anda main Facebook? Maniak jempol? Thumb-chaser? Ini tips ajaib mendulang jempol secara instan dan dalam waktu singkat. Simak baik-baik.
    foto: sficoils.com
  1. Apa pun jenis kelamin Anda, pasang foto perempuan cantik. Pose menantang akan lebih baik. Secara naluriah, foto perempuan lebih catchy dibanding foto pria.
  2. Sering-seringlah update status, apa saja. Bahkan sekedar satu tanda baca sekalipun (titik, koma, tanda tanya, tanda seru), akan mengundang banyak orang untuk meng-klik tombol like.
  3. Jika Anda mau sedikit meluangkan waktu, buatlah satu frasa. Apa saja. Sampah juga tak masalah. Apalagi jika Anda punya sedikit imajinasi, gunakan frasa sampah yang agak mengundang, misalnya: lagi pengen.. Dijamin, ini akan mengundang komentar bejibun, selain jempol.
  4. Rajin-rajinlah bertandang ke facebook tetangga. Ingat, tujuan Anda hanya satu, mencari tombol like. Begitu ketemu, pencet semua tombol bergambar jempol yang ada dengan penuh nafsu, jangan ada yang tersisa. Tak perlu baca apa pun. Percayalah, mereka akan merasa berutang budi dan membalas Anda dengan perlakuan yang sama.
  5. Kalau mau yang agak susah, buatlah tulisan yang berbunga-bunga, penuh dengan hamburan kata-kata nggak keruan, seperti puitis (padahal enggak). Anda pusing sendiri? Tenang saja, Anda tak perlu mengerti apa yang Anda tulis. Orang-orang dengan kapasitas intelektual di bawah Anda pasti rela menjadi pemuja fanatik Anda.
Anda menganggap saya sinis? Ah, terserah Anda. Saya cuma mengamati fakta yang tertangkap mata saya, dan kebetulan saya lagi ngaco... Don't be too serious! Hidup terlalu indah untuk diisi dengan kemarahan dan kejengkelan. Just take it easy :)
Baca selengkapnya...


7 Perbuatan Sia-Sia

Backsound: Atiek CB - Akh!

Berikut ini adalah tujuh perbuatan sia-sia hasil perenungan saya di saat nggak punya duit dan persediaan kopi sudah habis:
  1. Mencintai guru TK Anda. Jelas ini perbuatan sia-sia, sebab ketika Anda menginjak dewasa, maka guru Anda ini tentu sudah uzur dan kalian rasanya tidak mungkin menikah.
  2. Bercita-cita menjadi Robinhood. Percuma saja. Merampok pake panah? Waduh, hari gini...
  3. Menegakkan benang basah. Yeee... pada belajar bahasa Indonesia kan? Sejak jamannya bapak moyang kakek buyutnya Jaka Sembung juga emang yang begituan disebutnya perbuatan sia-sia.
  4. Berharap pemerintah Indonesia membahagiakan warganya. Nggak mungkiiin... Itu kata Andrea Hirata lho, dan saya sangat setuju!
  5. Memberantas korupsi. Ah, dengernya aja males. Percayalah, koruptor itu dalam satu hal sama seperti pahlawan: gugur satu tumbuh seribu...
  6. Mengharapkan harga turun. Dalam sejarah, belum pernah terjadi harga yang sudah naik turun kembali.
  7. Mencoba membaca tulisan ini di tempat gelap sambil merem. Ini jelas-jelas membuktikan bahwa Anda mencintai kesia-siaan. Sudah saatnya Anda bertobat :)
Baca selengkapnya...